Pelangi Tersenyum
Ketika sayap asma-Nya datang menghampiri. Masih adakah kesombongan ilmu?
Di hari yang begitu cerah, pemanasan global mulai menyentuh
Tak ku dapatkan sirat kehidupan seperti ini di tempat peraduan saat pertama membuka mata. Begitu mata mencoba menyentuh tangisan batin seorang manusia. DAKWAH. JIHAD. Seketika itu hatiku terlempar jauh.
"Astagfirullah! Sungguh bodoh aku ini, kerdil hati ini! Sampai kapan aku terdiam tanpa memaknai kehidupan ini."
Di sudut
Gadis itu begitu polos, tulus, tak ada niat untuk menyakitiku. Kamu tahu? Siapa dia? Mereka menyebutnya dia gila!!
Ketika aku menahan lapar, terlunta-lunta di
Jujur aku bukan yang bagus dalam memahami ajaran Islam. Tapi, aku belajar dari langkah kaki kecilku tentang kasih sayang-Nya, banyak sekali umat muslim yang hafal Al-Quran begitu pula dengan Hadist, ibadahnya pada Allah sungguh bagus. Shalat
Itulah kelemahanku rasa peduli sesama nilainya nol karena kesombongan ilmu yang menguasai dan manusia yang berdusta sebagai acuan untuk berfikir dua kali untuk menolong sesama.
***
Akhirnya ku teruskan langkah kaki kecilku melangkah. Sampailah aku di suatu Mesjid salah satu rumah sakit di
Sejenak aku terdiam, mata ini seakan terhipnotis oleh keramahannya.
"Tidak apa, aku hanya ingin pulang dan mencari sedikit biaya untuk berobat mama".
Beliau pun mengajak aku ke ruangan yang penuh dengan bunga mawar dan lukisan pelangi di padu indahnya ukiran ayat-ayat suci Al-Quran. Beliau mengajak aku makan siang bersama, dan berjalan berkeliling
Aku kembali berfikir masih ada akhwat sebaik beliau. Setelah selesai mengajar beliau telusuri gang-gang
aku tersentak pula dengan latar belakangnya, beliau anak yatim piatu. Ibunya menghadap Allah setelah melahirkan beliau, dan ayahnya tidak jelas karena beliau lahir dari hasil perkosaan. Innalillahi.
Beliau hidup tanpa bimbingan orang tua, mempunyai ketulusan yang luar biasa kenapa kita tidak? Malukah Anda?
SUBHANALLAH...
PELANGI TERSENYUM
Akhirnya aku pulang diantar beliau. Beliau bayar biaya RS mama, dan memberiku modal untuk usaha.
Tapi, pantang bagiku untuk terima begitu saja. Maka, aku angkat enam orang hamba Allah yang tak mereka dapatkan lagi kasih sayang orang tua mereka. Tahukah anda aku begitu bahagia bisa berbagi,
dan Andapun bisa.
SEMANGAT... SEMANGAT... ALLAHU AKBAR!!!
Sekarang aku menunggu beliau di sudut
"Ukht semoga ku dapati lagi, akhwat seperti kau, aku menunggumu di sini". Gumamku dalam hati.
Maha besar Allah yang mempertemukan kau denganku, dokter rimbu itu julukannya. Aku akan ada di hatimu.
***
Matahari Senja

No comments:
Post a Comment