Thursday, February 7, 2013

Hand Soaps atau Hand Sanitizers: Mana lebih baik?



Sabun Cuci Tangan dan Pembersih tangan: Mana Yang Lebih Baik Dalam Melawan Kuman?
Di musim hujan seperti saat ini, banyak yang terjangkit flu atau terinfeksi virus lain seperti norovirus. Orang terus-menerus mengatakan bahwa langkah awal dan pencegahan pertama yang  paling baik adalah dengan sabun atau pembersih tangan(hand sanitizer) untuk menyingkirkan sebanyak 400.000 kuman (per tangan) yang terbawa kemanapun kita melangkah setiap hari.

Tetapi dengan begitu banyak pilihan di rak-rak toko swalayan,  manakah yang terbaik?
Kepala Editor Kesehatan ABC News, Dr. Richard Besser, bersama dengan enam mahasiswa pascasarjana dari Universitas Maryland, melakukan serangkaian uji laboratorium di Lab Pengujian Keselamatan Makanan di universitas tersebut. Mereka mulai dengan pelapisan tangan mereka dengan cairan laboratorium dengan ribuan bakteri E. coli - strain berbahaya. Kemudian mereka turun ke tempat pengujian, menekan-kan tangan mereka ke piring petri sebelum dan sesudah setiap percobaan, dan kemudian menempatkan piring di inkubator selama dua hari untuk menonton bakteri tumbuh.

Yang pertama kali diuji adalah pembersih tangan(hand sanitizers), orang sering kali menggunakannya pada saat mereka tidak bisa ke wastafel. Kunci menggunakan pembersih tangan adalah bubuhkan dengan cukup banyak pada tangan Anda. Usap-usap bagian depan dan punggung tangan Anda, sehingga terasa cukup basah, setidaknya tunggu hingga 15 detik untuk kering.

Kami menguji pada satu pembersih dengan alkohol 60 persen dan satu lagi yang berlabel "alami," dalam artian tidak mengandung alkohol. Hasilnya cukup mencengangkan: pembersih berbasis alkohol menunjukkan secara dramatis lebih sedikit koloni bakteri dalam piring petri dari sampel yang diambil sebelum pembersih yang digunakan.

Hasil pembersih tangan berlabel non-alkohol tidak cukup baik. Pembersih tangan yang mengandung alkohol 60 persen lebih baik kinerjanya, karena alkohol memecah protein bakteri, dan membunuh mereka.

Bagaimana dengan sabun cuci tangan? Kami mencoba sabun biasa dan sabun antibakteri. Kami menemukan bahwa keduanya sama efektifnya, dan hampir sama  kinerjanya dalam mencegah penyakit. Akan tetapi meskipun keduanya hampir sama, yang terpenting adalah bagaimana Anda menggunakannya.

Studi menunjukkan kebanyakan dari kita hanya menghabiskan lima detik di wastafel - dan itu tidak cukup. Ketika kita mengujinya dengan mencuci tangan selama lima detik, sampel cawan petri sebelum dan setelah mencuci tampak hampir sama saja. Maka Anda harus mencuci tangan Anda selama 20 detik penuh untuk benar-benar menghentikan kuman (untuk memastikan Anda mencuci selama 20 detik, cukup dengan menyanyikan lagu "Happy Birthday" untuk diri sendiri sebanyak dua kali).

Pembersih tangan(hand sanitizers) adalah pilihan yang cukup baik jika di hadapkan pada kenyataan bahwa Anda harus membersihkan tangan Anda dari kuman, sementara Anda tidak bisa menemukan wastafel. Tetapi carilah setidaknya yang mengandung 60 persen alkohol. Tetapi tak dapat dipungkiri bahwa membersihkan tangan dengan sabun pencuci tangan adalah pilihan terbaik. Sabun pencuci tangan tidak saja sebaik pencuci tangan (hand sanitizer) dalam membersihkan tangan dari kuman, tapi ia juga memiliki keunggulan lain yaitu bisa membasmi lebih banyak virus.

Wednesday, December 12, 2012

Puisi: Pagi Yang Indah

 










Pagi Yang Indah
oleh: Harry Sulaeman


Pagi ini terasa indah ...

Cuaca pun semakin cerah ...

Bunga-bunga ikut merekah ...

Membuat semua orang jadi sumringah ...

Jika ingin rejeki mu bertambah ...

dan penuh dengan barokah ...

Sholat Dhuha lah dan perbanyak bersedekah ...

Dan pada semua orang tersenyumlah ...




Bogor 12 Desember 2012

Tuesday, December 11, 2012

Menanti Separuh Hati














Menanti Separuh Hati
oleh: Harry Sulaeman


Hati tak dapat dimengerti
Kala menanti separuh hati
yang hingga kini tak kunjung kembali 
Aku hanya berdiri
tertegun disini dan sendiri
Hanya bersandar pada Illahi
yang selalu setia menemani

Bila tiba saatnya rindu menyesakkan dada
Raga seakan tak berdaya dunia pun gelap gulita
Oh Tuhan kapankah kami akan bersua
dimana saat itu Engkau limpahi kami dengan berkah dan cinta

Aku takkan menyerah
Tak akan berpindah
Hari ini ... esok ... ataupun lusa ...
sama saja...
Karena ku yakin adanya
ini kan berakhir indah ...

Komik Karpet Biru

I love my BLOG